Postingan

Menampilkan postingan dengan label Artikel

Apakah Reality Show Sungguh-sungguh Terjadi?

Reality Show adalah genre acara televisi yang menggambarkan adegan yang seakan-akan benar-benar berlangsung tanpa skenario, dengan pemain yang umumnya khalayak umum biasa, bukan aktor atau aktris. Acara realitas biasanya menggunakan tema seperti persaingan, kehidupan sehari-hari seorang selebritas, pencarian bakat, pencarian pasangan hidup, rekayasa jebakan, dan diangkatnya status seseorang dengan diberikan uang banyak, atau yang perbaikan kondisi barang kepemilikan seperti perbaikan rumah atau perbaikan mobil.  Acara jenis ini semakin marak dan sedang digemari di Indonesia. Hampir semua stasiun TV swasta berlomba-lomba membuat acara ini. Sebut saja: Toloooong, Bedah Rumah, Temehek-mehek , Take Me Out, Masihkah Kau Mencintaiku?, Uya memang Kuya, Realigi , dll. Benarkah acara ini dibuat tanpa skenario dan diperankan oleh pelaku yang bersangkutan? Seorang blogger menyingkapkan kebohongan salah satu reality show.  Dalam acara itu ditampilkan seorang perempuan yang sudah 3...

Rumahku, Sorgaku

Rumah bukan sekadar bangunan fisik. Rumah adalah pusat pertemuan keluarga. Di sinilah interaksi antar anggota keluarga terjalin paling intens. Sebagian besar kehidupan kita akan dihabiskan di dalam rumah. Ketika masih kanak-kanak, kita paling banyak bertumbuh di dalam rumah. Seiring dengan pertumbuhan dewasa, kita memang bergerak ke luar rumah. Meski demikian, kita tetap membutuhkan rumah. Ketika beranjak renta, kita mengistirihatkan diri di rumah. Begitulah, rumah menjadi pusat kehidupan ini. Rumah menjadi tempat pulang yang menyenangkan. Kita selalu diterima apa adanya. Ketika berada di rumah, kita bisa menjadi diri kita yang sebenarnya. Kita tidak perlu mengenakan kosmetik, tidak perlu berdandan tebal dan berpenampilan prima. Di dalam rumah, kita bisa tampil apa adanya. Di rumah pula kita dapat memulihkan diri. Baik itu dari kelelahan jasmani, maupun keletihan batin. Setelah berbaring semalaman, kita akan mendapatkan pemulihan ragawi. Selain itu, di rumah pula kita dapat mele...

Apakah Dia Jodohku?

Kata orang, Februari adalah bulan yang romantis karena di dalamnya ada perayaan hari Valentine. Pada saat itu, setiap pasangan yang sedang kasmaran biasanya merayakannya secara khusus. Ada baiknya, moment ini juga dipakai untuk merenung, benarkah pacarku ini adalah jodoh yang diberikan Tuhan kepadaku?   Berikut ini beberapa pertanyaan untuk Anda renungkan: þ           Apakah tujuan hidup pacar Anda itu untuk menyenangkan Tuhan? þ           Apakah Anda menikmati hubungan itu, saling menghormati dan menghargai? þ           Apakah Anda mengakui dan menyukai kelebihan dan kekurangan yang dimiliki pasangan Anda? þ           Bagaimana sikap orang tua Anda, sahabat Anda atau pendeta Anda terhadap pacar Anda? þ           Apakah Anda merasa betah dan nyaman dengan kelua...

Keajaiban Waktu

Setiap kali seorang petani menaburkan benih di tanah, dia pasti sudah bisa membayangkan hasilnya seperti apa. Seiring perjalanan waktu, benih itu bertumbuh dan berbuah. Dari sebutir benih, dia mendapatkan hasil yang berlipat-lipat. Untuk itu,   dia harus sabar dan tekun merawat tanamannya. Maka selanjutnya sang waktu yang akan melipatgandakan hasilnya. Ada keajaiban tersembunyi di dalam waktu. Taburkanlah ragi ke dalam singkong rebus. Biarkanlah sang waktu bekerja, maka Anda akan mendapatkan tape singkong yang empuk dan manis. Jika Anda menyimpan uang di bank, sering perjalanan waktu, Anda akan mendapatkan kembali uang Anda lebih banyak. Apa yang kita lakukan pada hari ini selalu disimpan oleh sang waktu. Suatu saat nanti dia akan mengembalikannya kepada kita, plus dengan tambahannya. Entah itu hal baik atau hal jahat. Jika kita rajin menumpuk kolesterol, maka suatu saat nanti kita akan mendapatkan berbagai penyakit. Seperti yang dikatakan dalam Hosea, “Umat-Ku menabur angin ma...

KEKUATAN KATA-KATA

Alkitab telah menegaskan bahwa kata-kata yang diucapkan oleh lidah kita memiliki kekuatan yang dahsyat. Entah itu kekuatan yang menghancurkan, atau kekuatan yang membangun. Penulis Amsal mengatakan, “Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya” ( 18:21 ).   Hal yang serupa disampaikan oleh Yakobus, “Dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa kita; dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Allah, dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk. Hal ini, saudara-saudaraku, tidak boleh demikian terjadi” (3:9-10). Mengingat keampuhan kekuatan kata-kata, alangkah baiknya jika kita memanfaatkan kata-kata untuk tujuan yang baik. Misalnya kita berkata-kata untuk menghibur, menguatkan, memuji, menegur, menasehati dll.   Seperti halnya ketrampilan lain, kita dapat memilikinya dengan membiasakan diri melakukannya dan dengan pertolongan Tuhan. Ajang berlatih yang paling tepat adalah di dalam keluarga. Apa saja yang dapat dilakukan o...

Tiga Dimensi Kehidupan Rohani

Kalau kita menyimak kehidupan Henokh, Nuh dan Ayub, kita akan mendapatkan satu rahasia keunggulan iman mereka, yaitu mereka “hidup bergaul dengan Allah” (Kej.5:22;Kej.6:9;Ayub 29:4). Seperti yang ditulis dalam Mazmur 25:14:”“TUHAN bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia, dan perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka.” Lewat pergaulan ini, seseorang akan mengalami perubahan. Lalu dimana kita kita dapat bergaul dengan Allah? Di gereja! Dalam melaksanakan rencana keselamatan atas dunia ini, Allah hanya bermitra kerja dengan kerja.   Allah memanggil orang-orang percaya untuk menghayati, membangun dan menunjukkan iman di dalam gereja. Dengan cara apa saja gereja dapat menumbuhkan kerohanian kita? Melalui tiga fungsinya, yaitu: Persekutuan, Kesaksian dan Pelayanan. Beberapa aspek yang berkaitan dengan Persekutuan adalah: a.    Pembangunan jemaat. Jemaat dipelihara, dipimpin dan diperlengkapi. b.   Ibadah: Kesempatan untuk bersekutu dengan Allah dan sesama ...

Ten Commandment for Marriage

Gambar
Alexander Pope, penyair abad ke-18 berkata, “Berbahagialah orang yang tidak berharap karena mereka tidak pernah dikecewakan.” Pikiran yang logis. Semakin besar harapan orang itu, semakin besar kekecewaan yang didapatkan jika harapan itu tak terwujud. Ketika memasuki gerbang pernikahan, banyak pasangan menggenggam harapan yang tinggi. Akan tetapi setelah lewat bulan madu, bayang-bayang harapan itu seolah semakin menjauh. Banyak pasangan yang akhirnya memilih menyerah dan berhenti mengejar harapan itu. Penelitian yang dilakukan Ted Huston, Ph.D dari A.S. menemukan bahwa pasangan yang berhasil melewati dua tahun pertama perkawinan, mereka lolos pula pada tahun-tahun berikutnya. Waktu selama 48 bulan ini merupakan masa-masa kritis untuk mengembangkan pola hubungan. Meraka membicarakan, mendiskusikan dan menyepakati cara menjalani hidup bersama-sama. Misalnya bagaimana mengelola keuangan, pembagian kerja di rumah, cara menghabiskan waktu luang bersama, memehami perbedaan masing-masing, bela...

Indahnya Kebersamaan

Setiap kali mendengat kata “Gunungkidul”, banyak orang membayangkan situasi yang serba sulit: Sulit minum, sulit makan dan sulit prasarana. Demikianlah adanya yang saya alami pada masa kecil saya. Meski begitu, keadaan itu tidak mengurangi kesan indah saat merayakan Natal di kabupaten termiskin di DIY. Di desa saya tidak ada tradisi merayakan Natal dalam keluarga karena masih kuatnya ikatan sosial di warga. Semua hal inginnya dikerjakan bersama-sama. Bahkan warga yang non-Kristiani pun ikut membantu. Seminggu sebelum Natal , anak-anak Sekolah Minggu dikerahkan untuk membersihkan balai desa yang akan dipakai untuk acara perayaan Natal .   Pada hari H-1, anak-anak SM membawa sebatang kayu bakar, sepiring beras dan lembaran daun pisang yang sudah dilipat rapi. Mereka menghantarkan barang-barang itu ke rumah Majelis, yang dijadikan “dapur umum”. Sorenya, Pria-pria dewasa muncul untuk mempersiapkan tempat, seperti membuat panggung, menata kursi, dan membuat dekorasi. Sedangkan di dapu...

Warisan Iman

Di dalam Alkitab, kita membaca dua orang orang Ibu yang mewariskan kesalehan iman pada anaknya. Ibu yang pertama bernama Lois. Namanya punya arti   "disetujui" atau "dikehendaki". Lois adalah seorang penganut Yahudi yang tinggal di Listra (sebuah kota di negara Turki). Sebagian besar penduduk kota menyembah dewa-dewa Yunani, tetapi Lois tetap beriman pada Allah yang satu. Lois memiliki anak perempuan bernama Eunike. Dia mengajarkan Taurat pada Eunike. Meskipun   menikah dengan pria Yunani, Eunike tetap teguh pada imannya. Hal ini cocok dengan arti nama Eunike, yaitu kemenangan atau sukacita kemenangan. Dia telah menang atas godaan dan tekanan untuk menyembah illah lain. Ibu yang kedua bernama Eunike. Dia mempunyai anak bernama Timotius. Artinya "orang yang takut pada Tuhan".   Eunike mendidik anaknya supaya takut pada Tuhan. Penguasaan mereka atas Taurat merupakan persiapan untuk Kabar Baik yang dibawa   Paulus ketika berkunjung ke Derbe dan Listra. Lois,...