Postingan

Menampilkan postingan dengan label Kiat

TV, Iklan Pangan dan Obesitas

Menonton TV dapat menyebabkan anak Anda mengalami obesitas (kelebihan berat badan). Semakin sering anak nongkrong di depan TV, apalagi dengan ngemil , maka semakin sedikit anak melakukan aktifitas fisik yang bisa membakar kalori menjadi energi. Kelebihan kalori ini kemudian disimpan menjadi lemak, yang pada akhirnya menyebabkan kegemukan.  Jurnal Pediatrics menyebutkan bahwa setiap penambahan alokasi waktu menonton TV selama 1 jam akan meningkatkan kemungkinan obesitas sebesar 2 persen. Penelitian LP2K juga menunjukkan bahwa waktu menonton anak di Semarang, rata-rata 4 jam/hari.  Sedangkan penelitian Pratanthi Pudji Lestari (1996) di Bogor mendapati anak-anak yang obesitas menonton TV selama 4,65 jam/hari dan anak yang tidak obesitas 3,13 jam/hari. Padahal idealnya tidak lebih dari 2 jam/hari. Persoalan lain yang perlu diperhatikan adalah kandungan zat-zat gizi dalam makanan yang diiklankan di acara anak-anak. Pertama , makanan dalam iklan TV banyak mengandung garam....

Prinsip Penyelesaian Konflik

Di dalam kehidupan keluarga, konflik adalah hal yang tak terhindarkan. Konflik tidak selamanya bermakna buruk. Jika kita dapat mengelola konflik dengan baik, maka kehidupan keluarga kita akan menjadi lebih baik. Berikut ini prinsip-prinsip dalam menyelesaikan konflik. Prinsip-prinsip ini berdasarkan pada penghargaan terhadap perbedaan individu dan mendorong para pihak yang berkonflik supaya tidak terpaku pada posisi tertentu. ·          Pastikan bahwa pemeliharaan hubungan yang baik mendapat prioritas utama . Sedapat mungkin, setiap orang memperlakukan orang lain dengan pantas dan memberikan penghormatan yang layak. Meskipun berada di bawah tekanan, upayakan setiap pihak tetap bertingkah laku sopan dan menghargai orang lain. ·          Bedakan antara orang dengan perilakunya . Jangan menyerang orangnya. Sadarilah bahwa ketika sedang mendapat masalah, seseorang mungkin akan berperilaku yang lain dari b...

Tiga Bahan Pembersih Alami

Di jaman modern ini tersedia berbagai macam cairan pembersih yang praktis. Kita tinggal menuangkan isinya, “crot...crot..crot” maka bersihlah perabotan kita. Meski begitu, cairan yang dipasarkan ini kebanyakan menggunakan bahan sintetis yang mencemari lingkungan. Untuk itulah, kita patut untuk menggunakan kembali bahan-bahan yang alami. Selain aman dan mudah didapat, bahan-bahan ini dapat menghemat pengeluaran kita. ·          Cuka Cuka merupakan bahan pembersih yang ampuh. Larutkan satu bagian cuka dengan satu bagian air ke dalam botol semprot yang masih baru. Semprotkan larutan cuka pada pinggiran bak mandi dan toilet untuk membersihkan noda-noda yang melekat. Lalu siramlah dengan air. Larutan cuka dapat membersihkan sisa-sisa sabun yang mengeras di sela-sela keramik kamar mandi. Larutan juga ampuh untuk membersihkan kotoran pada kompor gas dan peralatan dapur lainnya. Selain itu, juga dapat digunakan sebagai larutan untuk mengepel lantai kamar ...